- Hakikat Ilmu Pendidikan
Ilmu pendidikan adalah suatu ilmu pengetahuan yang membahas masalah yang berhubungan dengan pendidikan.Sebagai sebuah Ilmu pengetahuan, ilmu pendidikan tentunya telah memenuhi kriteria sebagai sebuah ilmu pengetahuan, baik syarat-syarat maupun sifat-sifatnya. Sifat-sifat ilmu pendidikan antara lain:
- Objektif
Sebagai sebuah ilmu pengetahuan ilmu pendidikan 2 objek besar dalam kajianya:
- Objek formal, adalah sudut pembahasan suatu ilmu pengetahuan. Contoh: Ilmu jiwa dan ilmu manusia
- Objek materia, adalah bahan yang menjadi sasaran ilmu pengetahuan. Contoh: Manusia
- Metodis
Dalam pembahasan atau penyelidikanya ilmu pengetahuan menggunakan suatu metode yang ilmiah.
- Sistematis
Ilmu pendidikan tersusun secara sistematis sehingga bagian-bagianya tidak bertentangan satu sama lain.
- Praktis
Ilmu pendidikan harus memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu pendidikan bukan hanya sekedar ilmu pengetahuan murni yang bertujuan mengejar kebenaran saja, tetapi teori-teori tentang pendidikan itu dimaksudkan untuk mencari dasar atau asas pemecahan masalah sehari-hari
- Teoritis
Berisi tentang pemikiran-pemikiran masalah pendidikan yang dinamis
- Normatif
Praktek praktek pendidikan itu terarah kepada penyesuaian diri, memiliki sifat-sifat, tabiat-tabiat, nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi cita cita pendidikan
- Historisitas
Memberikan gambaran pendidika tempo dulu
- Beberapa Devinisi Tentang Manusia dari Berbagai Sudut Pandang:
- Homo educandum: Manusia perlu dididik agar bakat dan kemampuanya dapat berkembang.
- Al-Insan: Manusia yang membutuhkan manusia yang lain (mahluk sosial).
- Homo faber: Manusia yang bekerja dan terlatih.
- Al-Basyar: Manusia memilki wujud (jasad).
- Pengajaran, Tarbiyah, Ta’lim dan Ta’dib
- Pengajaran: adalah proses pentransferan pengetahuan (transfer of knowledge)
- Tarbiyah
Tarbiyah berasal dari bahasa Arab yang berarti pendidikan, sedangkan orang yang mendidik dinamakan Murobi. Secara umum, tarbiyah dapat dikembalikan kepada 3 kata kerja yg berbeda, yakni:
1. Rabaa-yarbuu yg bermakna namaa-yanmuu, artinya berkembang.
2. Rabiya-yarbaa yg bermakna nasya-a, tara’ra-a, artinya tumbuh.
3. Rabba-yarubbu yg bermakna aslahahu, tawallaa amrahu, sasa-ahuu, wa qaama ‘alaihi, wa ra’aahu, yang artinya masing memperbaiki, mengurus, memimpin, menjaga dan memeliharanya (atau mendidik).
Makna tarbiyah adalah sebagai berikut:
1. proses pengembangan dan bimbingan, meliputi jasad, akal, dan jiwa, yang dilakukan secara berkelanjutan, dengan tujuan akhir si anak didik tumbuh dewasa dan hidup mandiri di tengah masyarakat.
2. kegiatan yg disertai dengan penuh kasih sayang, kelembutan hati, perhatian, bijak, dan menyenangkan (tidak membosankan).
3. menyempurnakan fitrah kemanusiaan, memberi kesenangan dan kemuliaan tanpa batas sesuai syariat Allah SWT.
4. proses yg dilakukan dengan pengaturan yg bijak dan dilaksanakan secara bertahap dari yg mudah kepada yg sulit.
5. mendidik anak melalui penyampaian ilmu, menggunakan metode yg mudah diterima sehingga ia dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
6. kegiatan yg mencakup pengembangan, pemeliharaan, penjagaan, pengurusan, penyampaian ilmu, pemberian petunjuk, bimbingan, penyempurnaan, dan perasaan memiliki terhadap anak.
7. Tarbiyah terdiri atas (1) Tarbiyah Khalqiyyat, yakni pembinaan dan pengembangan jasad, akal, jiwa, potensi, perasaan dengan berbagai petunjuk, dan (2) tarbiyah diiniyyat tahdzibiyyat, pembinaan jiwa dengan wahyu untuk kesempurnaan akal dan kesucian jiwa menurut pandangan Allah SWT.
merupakan bentuk masdar dari kata robba-yurabbi-tarbiyyatan, yang berarti pendidikan. Sedangkan menurut istilah merupakan tindakan mangasuh, mendididk dan memelihara.
Muhammad Jamaludi al- Qosimi memberikan pengertian bahwa tarbiyah merupakan proses penyampian sesuatu batas kesempurnaan yang dilakukan secara setahap demi setahap. Sedangkan Al-Asfahani mengartikan tarbiyah sebagai proses menumbuhkan sesuatu secara setahap dan dilakukan sesuai pada batas kemampuan.
Menurut pengertian di atas, tarbiyah diperuntukkan khusus bagi manusia yang mempunyai potensi rohani, sedangkan pengertian tarbiyah yang dikaitkan dengan alam raya mempunyai arti pemeliharaan dan memenuhi segala yang dibutuhkan serta menjaga sebab-sebab eksistensinya.
Analisis perbandingan antara konsep ta’lim’, ta’dib dan tarbiyah
Istilah ta’lim’, ta’dib dan tarbiyah dapatlah diambil suatu analisa. Jika ditinjau dari segi penekanannya terdapat titik perbedaan antara satu dengan lainnya, namun apabila dilihat dari unsur kandungannya, terdapat keterkaitan yang saling mengikat satu sama lain, yakni dalam hal memelihara dan mendidik anak.
Dalam ta’lim, titik tekannya adalah penyampain ilmu pengetahuan yang benar, pemahaman, pengertian, tanggung jawab dan penanaman amanah kepada anak. Oleh karena itu ta’lim di sini mencakup aspek-aspek pengetahuan dan ketrampilan yang di butuhkan seseorang dalam hidupnya dan pedoman perilaku yang baik.
Sedangkan pada tarbiyah, titik tekannya difokuskan pada bimbingan anak supaya berdaya (punya potensi) dan tumbuh kelengkapan dasarnya serta dapat berkembang secara sempurna. Yaitu pengembangan ilmu dalam diri manusia dan pemupukan akhlak yakni pengalaman ilmu yang benar dalam mendidik pribadi.
Adapun ta’dib, titik tekannya adalah pada penguasaan ilmu yang benar dalam diri seseorang agar menghasilkan kemantapan amal dan tingkah laku yang baik.
Denga pemaparan ketiga konsep di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa ketiganya mempunyai satu tujuan dalam dunia pendidikan yaitu menghantarkan anak didik menjadi yang “seutuhnya”, perfect man, sehingga mampu mengarungi kehidupan ini dengan baik. waAllahu ‘alam.
1. Rabaa-yarbuu yg bermakna namaa-yanmuu, artinya berkembang.
2. Rabiya-yarbaa yg bermakna nasya-a, tara’ra-a, artinya tumbuh.
3. Rabba-yarubbu yg bermakna aslahahu, tawallaa amrahu, sasa-ahuu, wa qaama ‘alaihi, wa ra’aahu, yang artinya masing memperbaiki, mengurus, memimpin, menjaga dan memeliharanya (atau mendidik).
Makna tarbiyah adalah sebagai berikut:
1. proses pengembangan dan bimbingan, meliputi jasad, akal, dan jiwa, yang dilakukan secara berkelanjutan, dengan tujuan akhir si anak didik tumbuh dewasa dan hidup mandiri di tengah masyarakat.
2. kegiatan yg disertai dengan penuh kasih sayang, kelembutan hati, perhatian, bijak, dan menyenangkan (tidak membosankan).
3. menyempurnakan fitrah kemanusiaan, memberi kesenangan dan kemuliaan tanpa batas sesuai syariat Allah SWT.
4. proses yg dilakukan dengan pengaturan yg bijak dan dilaksanakan secara bertahap dari yg mudah kepada yg sulit.
5. mendidik anak melalui penyampaian ilmu, menggunakan metode yg mudah diterima sehingga ia dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
6. kegiatan yg mencakup pengembangan, pemeliharaan, penjagaan, pengurusan, penyampaian ilmu, pemberian petunjuk, bimbingan, penyempurnaan, dan perasaan memiliki terhadap anak.
7. Tarbiyah terdiri atas (1) Tarbiyah Khalqiyyat, yakni pembinaan dan pengembangan jasad, akal, jiwa, potensi, perasaan dengan berbagai petunjuk, dan (2) tarbiyah diiniyyat tahdzibiyyat, pembinaan jiwa dengan wahyu untuk kesempurnaan akal dan kesucian jiwa menurut pandangan Allah SWT.
merupakan bentuk masdar dari kata robba-yurabbi-tarbiyyatan, yang berarti pendidikan. Sedangkan menurut istilah merupakan tindakan mangasuh, mendididk dan memelihara.
Muhammad Jamaludi al- Qosimi memberikan pengertian bahwa tarbiyah merupakan proses penyampian sesuatu batas kesempurnaan yang dilakukan secara setahap demi setahap. Sedangkan Al-Asfahani mengartikan tarbiyah sebagai proses menumbuhkan sesuatu secara setahap dan dilakukan sesuai pada batas kemampuan.
Menurut pengertian di atas, tarbiyah diperuntukkan khusus bagi manusia yang mempunyai potensi rohani, sedangkan pengertian tarbiyah yang dikaitkan dengan alam raya mempunyai arti pemeliharaan dan memenuhi segala yang dibutuhkan serta menjaga sebab-sebab eksistensinya.
Analisis perbandingan antara konsep ta’lim’, ta’dib dan tarbiyah
Istilah ta’lim’, ta’dib dan tarbiyah dapatlah diambil suatu analisa. Jika ditinjau dari segi penekanannya terdapat titik perbedaan antara satu dengan lainnya, namun apabila dilihat dari unsur kandungannya, terdapat keterkaitan yang saling mengikat satu sama lain, yakni dalam hal memelihara dan mendidik anak.
Dalam ta’lim, titik tekannya adalah penyampain ilmu pengetahuan yang benar, pemahaman, pengertian, tanggung jawab dan penanaman amanah kepada anak. Oleh karena itu ta’lim di sini mencakup aspek-aspek pengetahuan dan ketrampilan yang di butuhkan seseorang dalam hidupnya dan pedoman perilaku yang baik.
Sedangkan pada tarbiyah, titik tekannya difokuskan pada bimbingan anak supaya berdaya (punya potensi) dan tumbuh kelengkapan dasarnya serta dapat berkembang secara sempurna. Yaitu pengembangan ilmu dalam diri manusia dan pemupukan akhlak yakni pengalaman ilmu yang benar dalam mendidik pribadi.
Adapun ta’dib, titik tekannya adalah pada penguasaan ilmu yang benar dalam diri seseorang agar menghasilkan kemantapan amal dan tingkah laku yang baik.
Denga pemaparan ketiga konsep di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa ketiganya mempunyai satu tujuan dalam dunia pendidikan yaitu menghantarkan anak didik menjadi yang “seutuhnya”, perfect man, sehingga mampu mengarungi kehidupan ini dengan baik. waAllahu ‘alam.
- Ta’lim
Secara bahasa berarti pengajaran (masdar dari ‘alama-yu’alimu-ta’liman), secara istilah berarti pengajaran yang bersifat pemberian atau penyampian pengertian, pengetahuan dan ketrampilan. Menurut Abdul Fattah Jalal, ta’lim merupakan proses pemberian pengatahuan, pemahaman, pengertian, tanggung jawab, sehingga diri manusia itu menjadi suci atau bersih dari segala kotoran sehingga siap menerima hikmah dan mampu mempelajari hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya ( ketrampilan). Mengacu pada definisi ini, ta’lim, berarti adalah usaha terus menerus manusia sejak lahir hingga mati untuk menuju dari posisi ‘tidak tahu’ ke posisi ‘tahu’ seperti yang digambarkan dalam surat An Nahl ayat 78, “dan Allah mengeluarkan dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur”.
- Ta’dib
Merupakan bentuk masdar dari kata addaba-yuaddibu-ta’diban, yang berarti mengajarkan sopan santun. Sedangkan menurut istilah ta’dib diartikan sebagai proses mendidik yang di fokuskan kepada pembinaan dan penyempurnaan akhlak atau budi pekerti pelajar.
Menurut Sayed Muhammad An-Nuquib Al-Attas, kata ta’dib adalah pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan kepada manusia tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu dalam tatanan penciptaan sedemikian rupa, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan kekuasaan dan keagungan Tuhan dalam tatanan wujud keberadaan-Nya. Definisi ini, ta’dib mencakup unsur-unsur pengetahuan (ilmu), pengajaran (ta’lim), pengasuhan (tarbiyah). Oleh sebab itu menurut Sayed An-Nuquib Al Attas, tidak perlu mengacu pada konsep pendidikan dalam Islam sebagai tarbiyah, ta’lim, dan ta’dib sekaligus. Karena ta’dib adalah istilah yang paling tepat dan cermat untuk menunjukkan dalam arti Islam.
- Pengertian pendidikan menurut Para Ahli:
- Langeveld: Pendidikan yaitu pemberian bimbangan rokhani bagi yang masih memerlukan.
- Khursid Ahmad: Pendidikan adalah konsep memberi informasi dan pengetahuan serta mengembangkan bakat terpendam pada diri anak.
- John Park: Pendidikan adalah seni atau proses dalam menyalurkan atau menerima pengetahuan dan kebiasaan-kebiasaan melalui pengajaran dan studi.
- Menurut Syeh Mustofa al Ghulayani: Pendidikan adalah menanamkan akhlak yang baik dalam jiwa generasi muda
Jadi ilmu pendidikan adalah ilmu yang menelaah fenomena pendidikan dalam perspektif yang luas dan integrative. Fenomena pendidikan ini bukan hanya merupakan gejala yang melekat pada manusia (gejala universal),tetapi dalam perspektif yang lebih luas, selain berorientasi pada penglaman ilmu pendidikan juga merupakan upaya memanusiakan manusia. Upaya pendidikan mencakup keseluruhan aktivitas pendidikan dan pemikiran yang sistematik tentang pendidikan.
- Pendidikan Sebagai Aset Bangsa
Pendidikan merupakan aset suatu bangsa, sebab hanya melalui pendidikan yabg berkualitas dapat dihasilkan para generasi penerus bangsa yang akan membawa bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik.
Asas dan landasan pendidikan di Indonesia pada dasarnya tidak lepas dari pancasila. Semua asas dan landasan pendidikan di Indonesia terkandung di dalamnya.
Asas pendidikan di Indonesia:
- Asas ing ngarso sung tuladha yang kemudian ditambahkan ing madya mangun karso tut wuri handayni
- Asas sepanjang hayat
- Asas semesta
- Asas manfaat
- Asas usaha dan bersama
- Asas demokratis
- Asas adi dan merata
- Asas peri kehidupan dalam keseimbangan
- Asas kesadaram hukum
- Asas kepercayaan diri sendiri
- Asas efisiensi dan efektifitas
- Asas motifasi
- Asas mobilitas
Landasan pendidikan di Indonesia:
- Landasan filosofis
- Landasan sosiologis
- Landasan kultural
- Landasan historis
- Landasan psikologis
- Landasan ilmiah dan teknologi
- Landasan politik
- Landasan ekonomi
- landasan
- Manusia Sebagai Homo Educandum dan Edugable
Manusia adalah mahluk yang paling sempurna. Sejak lahir manusia sudah memiliki kecakapan yang terpendam (bakat) sendiri-sendiri, tetapi walaupun demikian jika tidak dilatih maka bakat tersebut tidak bisa brkmbang secara baik dan maksimal. Setelah seseorang mampu mengembangkan bakatnya dengan baik dan telah mencapai tingkat kedewasaan, maka ia dapat berbagi ilmunya kepada para generasi berikutnya.
- Kompetensi Dasar Guru Profesional
- Kompetensi kognitif
Kompetensi kognitif adalah kemampuan intelektual yang harus dimiliki oleh seorang guru seperti kemampan pedagogik, penguasaan materi, memahami tingkah laku anak didiknya, dll.
- Kompetensi Afektif (sikap)
Kompetensi afektif adalah kesiapan dan kesediaan seorang guru terhadap berbagai hal yang berkaitan dengan tugas profesionalnya. Misalnya sikap respek terhadap pekerjaannya.
- Kompetensi psikomotor
Kemampuan psikomotor adalah perilaku dan ketrampilan seorang guru, seperti kemampuan berkomunikasi dengan siswa dan menggunakan alat bantu peraga.
- Sifat-sifat Ilmu Pendidikan
- Teoritis
Berisi tentang pemikiran-pemikiran masalah pendidikan yang dinamis
- Praktis
Ilmu pendidikan bukan hanya sekedar ilmu pengetahuan murni yang bertujuan mengejar kebenaran saja, tetapi teori-teori tentang pendidikan itu dimaksudkan untuk mencari dasar atau asas pemecahan masalah sehari-hari
- Normatif
Praktek praktek pendidikan itu terarah kepada penyesuaian diri, memiliki sifat-sifat, tabiat-tabiat, nilai-nilai dan norma-norma yang menjadi cita cita pendidikan
- Historisitas
Memberikan gambaran pendidikan tempo dulu
- Dinamis
Berubah-ubah sesuai dengan perkembangan zaman
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Kirim saran dan kritik yang membangun